Tanpa terasa perjalanan hidup kita begitu cepat berlalu untuk kita jalani. Selama mengarungi kehidupan tentunya banyak bekas dan telapak kaki yang kita tinggalkan. Ada bekas luka dan juga ada bekas bahagia yang kita turahkan disana, semua itu menjadi catatan sejarah sepanjang perjalanan hidup kita, sejarah akan mencatat, kita akan mengenang, dan orang lain akan mengingat dan menilai.
Orang akan mengingat dan menilai terhadap apa yang pernah kita lakukan dan tentunya itulah berkas telapak kaki yang telah kita tinggalkan, sekarang saya tawarkan, yang menjadi bahan untuk kita renungkan. "Apa yang kita tinggalkan untuk orang- orang di belakang kita? ‘’Ada sebuah pepatah mengatakan gajah mati meninggalkan gading, macan mati ,meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Pepatah ini memberikan makna filosopi yang sangat mendalam sebagai nasehat untuk kita agar senantiasa berbuat baik dan meninggalkan kejelekan. Konsep hidup adalah menanam, sebab pada intinya kita hidup di dunia ini adalah menanam untuk kehidupan akhirat (addun ya mazroatullil akhirat).
Kalau kita menanam jagung maka tiga atau empat bulan kemudian kita akan menuai jagung, tidak mungkin kita menuai padi. Sekarang kita berbuat baik atau buruk pada siapa saja dan apapun bentuknya suatu saat kita pasti akan mendapatkan imbalan dari apa yang kita berbuat tadi.
itu jelas dan pasti sebab hidup ini mengikuti apa yang di sebut dengan hukum kausalitas atau hukum karma, hukum pembalasan, sebuah hadits yang berbunyi "man amila soliha falinafsi waman asa‘a faaliha", untuk itu marilah kita menanam kebaikan dengan berbuat yang terbaik dan bermanfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita, sakecil apapun kebaikan ayo kita laksanakan dan orang akan mengenal kita . wassalam,
oleh: H. Farid.
No comments:
Post a Comment