![]() |
H. Farid, S.Pd, AUD. (Ketua DPD LDII Kota Tanjungpinang) Menyampaikan Sambuatan Setelah Sholat Idul Fitri |
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang dihadiri Ratusan Warga
LDII Kota Tanjungpinang Di Halaman Masjid Hidayatullah. Tiada terasa ibadah
puasa ramadhan telah kita tempuh dengan berjalan aman, slamat, lancar, dan
barokah. Dengan demikian, kita akan menyambut kemenangan besar, yakni pada Hari
Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H tahun ini. Sebagaimana telah diketahui bahwa
puasa itu adalah ibadah yang tersembunyi di dalam jiwa yang dilakukan guna
menahan hawa nafsu dari segala keinginan. Pekerjaan menahan itu tidak diketahui
seorang pun, selain Allah Yang Maha Perkasa. Oleh karena itu, ibadah puasa
sangat besar artinya serta mengandung rahasia dan hikmah yang tidak sedikit,
dan berguna bagi pelakunya dan masyarakat umum.
Setidaknya ada ranah hikmah yang mampu disentuh oleh
ibadah puasa kita. Seperti yang kita ketahui bahwa berkaitan dengan bulan
Ramadlan Nabi pernah menyampaikan khotbah pada akhir bulan Sya’ban yang
termaktub di dalam Hadits Ibnu Huzaimah yang berbunyi,“Wahai manusia!!
Sesungguhnya bulan yang agung dan penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat
lailatul qodar—yang nilainya—lebih baik daripada seribu bulan telah menaungi
kalian. Sebuah bulan yang Alloh mewajibkan puasa pada siang harinya dan
menjadikan sholat pada malam harinya sebagai amalan sunah. Ramadlan adalah
bulan sabar, dan sabar itu balasannya adalah surga. Ia adalah bulan pertolongan
dan pada saat itu rezeki orang iman bertambah. Barang siapa memberi buka kepada
orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala memerdekakan budak dan mendapat
ampunan atas dosa-dosanya. Alloh memberikan pahala ini kepada orang yang
memberi buka kepada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air susu,
sebutir kurma atau air minum.
![]() |
Jamaah Sholat Idul Fitri |
Barang siapa membuat kenyang kepada orang yang
berpuasa, maka ia mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya dan Tuhannya akan
memberi minum dari telaga-Ku—yakni minuman yang tidak akan merasa haus lagi
sesudah meminumnya—sampai ia masuk surga, dan ia mendapatkan pahala orang yang
berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu. Bulan
Ramadlan permulaannya adalah Rahmat, pertengahannya adalah
Maghfirah/pengampunan, dan penghabisannya adalah pembebasan dari neraka. Maka
perbanyaklah dalam empat perkara, dua perkara yang kalian dapat membuat Tuhan
kalian ridla dan dua perkara yang lain kalian tidak mampu memenuhinya. Dua
perkara yang kalian dapat membuat Tuhan kalian ridla adalah kalimat penyaksian
Laa Ilaaha Illaalloh dan kalmat istighfar. Dan dua perkara yang lain kalian
tidak mampu memenuhinya adalah memohonlah kepada Alloh untuk masuk surga dan
diselamatkan dari neraka”.
Telah menjadi tabiat orang iman bahwa dalam menyambut
ibadah Ramadhan selalu bersemangat dalam beribadah untuk mengisi hari-hari
selama puasa. Bahkan ada sahabat yang sempat mengirimkan layanan pesan singkat
kepada saya, untuk lebih memotivasi kita untuk meningkatkan amal ibadah kita.
Kalau tidak salah bunyinya demikian, “Selamat memasuki ‘BBM’ (Bulan Berkah
dan Maghfirah, ) dalam suasana ‘PREMIUM’ (Prei Makan dan Minum, ), perbanyaklah
isi ‘SOLAR’ (Sholat Lail dengan Rajin, ) dan ‘MINYAK TANAH’ (Memperbanyak
Tadarus dan Tahan Amarah, ) dan jangan lupa isi ‘PULSA’ (Puasa Lebih Sabar atau
Puasa Lebih Asyik, ). Ada cela dalam canda. Ada dusta dalam tawa. Jika tabiatku
membuatmu luka, hanya maaf yang dapat kupinta. Ikhlaskan maafmu tuk peluk
kalbuku menyambut bulan suci Ramadlan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H”.
Dengan demikian kita supaya selalu bersyukur kepada Alloh
bahwa kita bisa nglembur melaksanakan ibadah puasa dalam sebulan
Ramadlan. Kita dapat melaksanakan zakat fitrah, dapat mengkhatamkan Al-Qur’an
dan dapat menempuh Lailatul Qodar. Kita dapat melaksanakan dzikir,
ibadah siang-malam, i’tikaf, sholat tarawih, dan memetik bunga-bunga
pahala yang disemaikan dan disebarkan oleh Alloh di padang doa Ramadlan tahun
ini. Oleh sebab itulah, kita supaya berusaha meningkatkan amal ibadah kita
masing-masing, terutama pada kesempatan hari raya nanti, untuk menyambut
kemenangan besar setelah sebulan kita berjihad dan berperang melawan rasa
dahaga dan getirnya lapar, apalagi lawan abadi kita yakni sang hawa nafsu.
Marilah kita mengembalikan diri kita pada kemenangan
besar yang kita cita dan cintakan. Kita berlapar-lapar untuk berpuasa tentulah
ingin mencapai insan yang taqwa dan tawadlu’. Ibadah yang ditempuh
selama Ramadlan pastilah untuk meningkatkan taqorrub ilaahi robbi. Kita
membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an adalah untuk semakin intens dalam memahami dan
menghayati perintah dan larangan Alloh. Kalam ilahi—yang berciri kan itu—semestinya bukan hanya kita kaji di bulan
Ramadlan semata, seyogyanya pula kita urai dan dalami pada sebelas bulan yang
lain. Apalagi implementasinya, insya alloh memerlukan waktu yang lain
selain bulan suci Ramadlan.
Akhirnya, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri dan
menyambut kemenangan besar setelah sebulan penuh dalam Ramadhan tahun ini kita
berjuang melawan lapar, dahaga dan hawa nafsu kita masing-masing. Taqobballaahu
Minna Waminkum.
Demikian Percikan Permenungan yang bertajuk Hikmah
Ramadhan kali ini. Muga2 Alloh paring aman, slamet, lancar, dan
barokah. Amiin. Alhamdulillahi Jazaa Kumullohu Khoiron. Wassalam.
No comments:
Post a Comment